Laporan

Benang Merah Jakarta, Kompetisi, dan Kehangatan Dubasnas

Menjadi dua orang yang mewakili nama provinsi di kancah nasional, tentunya menjadi sebuah kehormatan, kebanggaan, dan tanggung jawab bagi kami, M Deny Effendy Tambusay dan Windy Niskya Rahmi Harefa, yang terpilih sebagai Terbaik I Duta Bahasa Sumatera Utara Tahun 2023.

Sehari setelah malam penganugerahan di tingkat provinsi, tepatnya tanggal 9 Juni 2023, amanah ‘itu’ mulai kami bangun bersama Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara. Kami saling menggenggamkan tangan, menyusun fondasi keakraban sebagai kekuatan awal menuju pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2023.

Seperti yang kita ketahui, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa membentuk Duta Bahasa sejak tahun 2006 silam. Pada pembentukannya, Duta Bahasa tentunya tidak hanya memiliki kemahiran berbahasa Indonesia secara baik dan benar, tetapi juga peduli dalam melestarikan bahasa daerah, dan kemauan untuk menguasai bahasa asing untuk menghadapi tantangan global.

Kegiatan Pemilihan Duta Bahasa dilaksanakan dengan misi untuk senantiasa menciptakan generasi muda yang siap menyelaraskan sumpah yang dilahirkan pada tahun 1928 dengan kehidupan nyata sesuai dengan dinamika perkembangan zaman, supaya mampu memantik peran dalam memantapkan fungsi bahasa Indonesia guna memperkuat jati diri dan daya saing bangsa.

Untuk menepati janji tersebut, Duta Bahasa Sumatera Utara mengambil peran untuk mematangkan langkah menuju Duta Bahasa Nasional. Sebelum keberangkatan, kami melaksanakan beberapa rangkaian persiapan, mulai dari pembuatan dan pelaksanaan krida, teknik wicara publik, penguasaan bahasa asing, wawasan kebahasaan dan kesastraan, tata cara penulisan artikel, pembuatan iklan kebahasaan, hingga melatih kepribadian. Lagi-lagi, tentunya segala persiapan kami ini, didampingi oleh Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara serta Bapak dan Ibu Pembina.

”Berlarut dalam kesibukan, akan membuatmu merasa waktu cepat berjalan”. Kalimat tersebut ternyata benar adanya. Minggu, 24 September 2023, kami berangkat dari Bandara Kualanamu (Sumatera Utara) dan mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Banten) setelah menempuh waktu kurang lebih dua jam di dalam pesawat. Selanjutnya kami menginap di Fave Hotel, untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk esok hari. Hari Senin, 25 September 2023, tepatnya pukul 12.00 WIB, kami bergegas menuju Hotel Sultan, Jakarta Pusat yang merupakan tempat pelaksanaan Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2023. Sampai di sana, perasaan kami campur aduk, antara senang dan sedikit gugup bertemu dengan delegasi terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, serta para panitia pelaksana tentunya. Namun, seketika perasaan gugup itu menepis ketika kami semua mulai bisa menyapa, berkenalan, lalu bercengkrama.

Semuanya berjalan lancar, Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2023 secara resmi dibuka oleh Bapak Muh Abdul Khak (Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra), lalu seluruh peserta mengikuti taklimat yang disampaikan oleh panitia. Berkesan, pada hari pertama ini, Windy Niskya Rahmi Harefa, terpilih menjadi Ibu Lurah Keluarga Duta Bahasa Nasional tahun 2023.

Keesokan harinya, tepatnya pada Selasa, 26 September 2023, kami mengikuti melaksanakan tiga rangkaian kegiatan. Pada penilaian teknik wicara publik, kami mendapatkan tema ”Urgensi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Warga Negara Asing”. Selesai menyampaikan pendapat, kami berkesempatan untuk menjawab pertanyaan dari Bapak Muh Abdul Khak terkait tema tersebut. Setelah selesai, kami melanjutkan dengan penilaian teknik wicara bahasa asing. Kami memperkenalkan diri, menceritakan latar belakang diri, serta mengutarakan peran dan  kami ingin menjadi duta bahasa. Terakhir, seluruh peserta mengikuti kelas evaluasi konten kebahasaan di media sosial, salah satunya oleh Uda Ivan Lanin.

Hari ketiga pemilihan Duta Bahasa Nasional, Rabu, 27 September 2023. Seluruh peserta mengikuti rangkaian presentasi Krida Kebahasaan dan Kesastraan yang telah dilaksanakan di provinsi masing-masing. Pada kesempatan ini, kami memperkenalkan krida kebanggaan Duta Bahasa Sumatera Utara, yaitu OPISADA (Olah Pikir Bahasa Daerah) edisi Batak Toba. Singkatnya, OPISADA merupakan sebuah media pembelajaran sekaligus media permainan yang bertujuan untuk mewujudkan poin kedua Trigatra Bangun Bahasa, yaitu pelestarian bahasa daerah. Bersyukur, kami mendapatkan respons yang baik dari para dewan juri serta teman-teman dari seluruh provinsi,  mereka kami dan berharap supaya OPISADA akan hadir dalam berbagai varian bahasa daerah di seluruh Nusantara. Setelah penilaian krida, dilanjutkan dengan evaluasi artikel kebahasaan dan kesastraan Oleh Hilmi Faiq, Setyo Untoro, dan Riza Sukma.

Masih berlanjut pada penilaian, hari Kamis, 28 September 2023, seluruh peserta melaksanakan tes kepribadian. Dalam hal ini, kami diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri melalu gambar, berbagai pilihan, pendapat, dan permainan baik secara individu maupun berkelompok. Kemudian, pada sore hari seluruh finalis menampilkan bakat seni dan budaya dari provinsi masing-masing. Kami (Windy dan Deny), menyuguhkan tarian dengan judul “Sungkawa Pembawa Petaka”. Tarian ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang berasal dari daerah Batak Toba. Mereka hidup bahagia pada awalnya, sebelum sungkawa itu datang. Sang suami meninggal dunia karena penyakit yang diderita, namun sang istri tidak rela akan hal takdir tersebut. Berniat untuk menghidupkan kembali jasad suami, sang istri berubah menjadi datu-datu (dukun) dan melakukan berbagai ritual. Namun, bukannya roh sang suami, justru yang terpanggil adalah Begu Ganjang (Hantu Panjang). Setelah melakukan berbagai perlawanan dengan Begu, akhirnya sang istri menyesali perbuatannya dan berusaha mengikhlaskan kepergian sang suami.

Pada penampilan bakat seni dan budaya, kami juga bisa menikmati berbagai pesan moral dari penampilan para peserta. Sampailah kami pada tahap akhir mengikuti penilaian. Jumat, 29 September 2023, merupakan hari puncak Pemilihan Duta Bahasa Nasional.  Hari itu di mulai dengan latihan koreografi yang akan ditampilkan pada malam penganugerahan dan diikuti oleh seluruh peserta. Tarian ini memiliki tema campuran antara tradisional dan modern. Pun, seluruh peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Arunika dan Baswara. Setelahnya, mulai pukul 19.00 WIB, seluruh finalis, panitia, dan tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan Malam Penganugrahan Duta Bahasa Nasional Tahun 2023. Pada malam itu, Ibu Erina Gudono (Putri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta 2022), Ibu Chatarina Muliana (Inspektur Jenderal Kemendikbudristek), dan Bapak E. Aminudin Aziz (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa), menjadi dewan juri kehormatan yang dihadirkan untuk menilai wicara publik oleh finalis yang masuk dalam 10 besar.

Kurang lebih lima hari kami merajut benang merah antara kompetisi dan kehangatan Dubasnas di Jakarta, tak terasa telah sampai pada ujung untuk simpulnya. Mengenal 60 delegasi dari 30 provinsi di seluruh Indonesia merupakan kesempatan yang tentunya tidak datang dua kali. Banyak kesan dan pesan yang kami dapatkan, tawa, sendu, haru, dan bahagia, bercampur menjadi satu.

Menang tidak selalu tentang kejuaraan. Bagi kami, berani melangkah dan melakukan perubahan yang baik, juga tergolong dalam kata ”menang”.

Demikian pengalaman kami, Windy dan Deny, selama mengikuti Pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun 2023. Salam Literasi, dan mari tetap Rupawan Karena Bahasa!

Literasi sejak Dini,  Literasi dari Hati, Persembahan Tulus BBPSU untuk Sumatera Utara

Medan, 28 September 2023—Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan pemberdayaan komunitas literasi melalui Festival Literasi pada 25—28 September 2023 di Aula Sisingamangaraja XII, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, 80 penggiat literasi, Siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumut, Hidayat Widiyanto, yang mewakili Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menjelaskan bahwa kegiatan festival ini merupakan ajang silaturahmi dan ajang pemberdayaan untuk saling berkomunikasi dalam rangka penguatan dan peningkatan literasi di Sumatera Utara.

“Saya berharap, Diskusi-diskusi yang produktif dalam kegiatan ini bisa memberikan masukan untuk membuat agenda pemberdayaan atau hal-hal yang akan dilakukan dalam rangka penguatan dan peningkatan literasi di Sumut ke depannya,” ucap Hidayat saat membuka Festival Literasi Tahun 2023 pada Senin, 25 September 2023.

Kegiatan Festival Literasi 2023 dilaksanakan sebagai tindak lanjut pemutakhiran data profil komunitas literasi yang telah dimulai sejak 2022. Pengategorian komunitas literasi terdiri atas kategori A, B, dan C, dengan kategori A sebagai kategori paling baik dan dianggap sudah memenuhi komponen manajerial yang baik untuk mengadakan aktivitas literasi dan kelengkapannya. Dalam pembukaan juga disampaikan apresiasi kepada sembilan komunitas yang berkategori sangat baik tersebut, yaitu 1) Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo (Sapo Literasi), 2) Lingkaran Quantum Indonesia, 3) Lembaga Ya’ahowu-TBM Ya’ahowu, 4) Medan Membaca, 5) Padepokan Iqro, 6) Perpustakaan Al-Hidayah, 7) TBM Azka Gemilang, 8) TBM Desa Lubuk Kertang, dan 9) TBM Ridha.

Dalam kegiatan tersebut dihadirkan narasumber-narasumber yang cakap dan ahli di bidang literasi sebagai katalisator pengembangan komunitas literasi, yaitu Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Wien Muldian (Ketua Umum Perkumpulan Literasi Indonesia), Benny Arnas (praktisi literasi, sastrawan), Nany Susilawati (Sekretaris Asosiasi Origami Indonesia-Sumut), dan Ismail Pong (Ketua Forum TBM Sumut) beserta sejumlah juri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Peserta mendapatkan materi pelatihan manajemen dan penyusunan program literasi, serta diskusi-diskusi produktif tentang praktik baik berliterasi. 

Eka Dalanta, perwakilan Ngobrol Buku, menyampaikan apresiasi untuk Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang sudah melaksanakan Festival Literasi 2023 karena membantu komunitas literasi di Sumatera untuk saling bertemu dan membentuk jejaring yang baru. Eka juga menambahkan bahwa dia menunggu gebrakan baru dan kegiatan magang literasi yang diusung oleh BBPSU.

“Sebuah langkah bagus untuk mengumpulkan komunitas literasi karena ini sebagai apresiasi bagi kami dan menjadi wadah bagi komunitas literasi Sumut untuk mengenal dan berkumpul dan membentuk jejaring. Saya juga tidak sabar dengan rencana aksi BBPSU, magang literasi. Ini gerakan keren dan jangan pernah berhenti untuk kemajuan literasi di Sumatera Utara,” tutur Eka.

Perwakilan peserta yang lain, Muhammad Azhari dari Rumah Baca Laskar Pelangi Asahan, juga menyampaikan hal senada dengan Eka mengenai kegiatan Festival Literasi 2023. Azhari bersyukur dengan terlaksananya kegiatan ini, komunitas literasi mampu memberikan inspirasi dan bertukar gagasan untuk mengembangkan komunitas literasi di daerahnya.

“Festival Literasi 2023 merupakan salah satu kegiatan yang sangat bagus. Komunitas literasi di Sumatera Utara dikumpulkan dan dikenalkan satu dengan yang lain. Pameran produk dan aktivitas komunitas literasi juga menginspirasi saya untuk rencana pengembangan rumah baca saya. Kegiatan ini mengajarkan kami berkolaborasi untuk menciptakan ide baru yang akan meningkatkan kualitas rumah baca kami ke depannya,” pungkas Azhari. Festival Literasi dimeriahkan dengan berbagai jenis perlombaan seperti, menggambar spontan dan  bermain membaca untuk jenjang SD,  berlakon untuk jenjang SMP,  dan konten literasi wajah sekolah untuk jenjang SMA. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat anak sejak dini seperti tema kegiatan Festival Literasi Sumatera Utara 2023, “Literasi sejak Dini, Literasi dari Hati” (Nv,Hd).

Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Profesional di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan

Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melalui Kelompok Kepakaran Layanan Profesional Pembinaan Bahasa dan Hukum melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Tenaga Profesional dan Calon Profesional di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan pada hari  Rabu—Kamis, 10—11 Mei 2023 di Aula Sarasi, Kantor Bupati Tapanuli Selatan. Peserta kegiatan sebanyak 50 orang terdiri atas OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, guru PAUD, SD, dan SMP negeri dan swasta, serta Lembaga Budaya Tapanuli Selatan.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Arman Pasaribu, beserta jajarannya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, yang dilanjutkan dengan penyajian materi mengenai Peran Pemerintah Daerah dalam Pemantapan Penggunaan Bahasa Indonesia di Tapanuli Selatan. Dalam paparannya, Dolly memulainya dengan menjelaskan kedudukan  bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu negara dan menyampaikan pentingnya peranan bahasa yang  termaktub dalam ikrar Sumpah Pemuda 1928 butir ketiga yaitu menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Selain itu juga, Dolly menekankan beberapa landasan hukum yang mengatur tentang penggunaan bahasa Indonesia dan daerah, dan mengimbau agar masyarakat Tapanuli Selatan menerapkannya dalam pola komunikasi sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan undang-undang dan perda yang ada.   

Pada sesi berikutnya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, menyampaikan materi tentang Kebijakan Bahasa dengan memaparkan isu kebahasaan yang ada di Indonesia yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, dan identitas bangsa; bahasa daerah sebagai identitas kedaerahan yang eksistensinya berada di tengah ancaman kepunahan dan upaya pelestariannya; serta pentingnya menguasai bahasa asing dan pemakaiannya oleh masyarakat sebagai bagian dari masyarakat global. Materi tentang isu kebahasaan ini dikemas melalui pentingnya regulasi dalam peraturan perundang-undangan di negara kita.

Pemateri lainnya adalah Penyuluh Bahasa Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Imran, M.Hum. dan Hasan Al Banna, S.Pd. yang masing-masing menyampaikan materi Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Ruang Publik, Santun Berbahasa di Tengah Keberagamaan Bahasa di Sumatera Utara dan di Media Sosial, serta  Istilah, Bentuk, dan Pilihan Kata.

Pada hari kedua kegiatan berjalan, Bupati Tapanuli Selatan menerima audiensi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara di ruang kerjanya. Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam, Kepala Balai menyampaikan program kerja yang dilakukan Balai Bahasa antara lain mengenai pembinaan bahasa dan sastra, revitalisasi bahasa daerah, dan UKBI. Hidayat juga menyampaikan tentang Program Merdeka Belajar yang dapat diterapkan melalui konsep pelestarian bahasa daerah melalui pola bermain sambil belajar dengan senang dan gembira bagi anak-anak agar bahasa daerah tetap eksis keberadaannya dan terus digunakan pewarisnya agar bahasa daerah tidak punah. Pelestarian bahasa daerah dapat juga dilakukan dalam bentuk perlombaan misalnya pidato bahasa daerah, menyanyi lagu daerah, puisi berbahasa daerah dan lain-lain.

Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, dalam pertemuan ini juga menyampaikan program senada yang saat ini diterapkan di Tapanuli Selatan yaitu Metode Gasing yakni suatu metode pembelajaran langkah demi langkah yang membuat anak menguasai materi secara gampang, asyik, dan menyenangkan. Kemudian, Dolly berpendapat bahwa metode ini juga dapat diterapkan dalam hal pembelajaran bahasa yang akhirnya tujuan penguasaan bahasa baik Indonesia, daerah, maupun asing dapat tercapai maksimal. Dengan kata lain, program Balai Bahasa berjalan di daerahnya. Di akhir pertemuan, Bupati Tapanuli Selatan menyampaikan apresiasinya dan sangat mendukung setiap program yang dilakukan Balai Bahasa terutama di wilayah kerjanya dan berharap agar setiap program hendaknya dapat disampaikan melalui pemerintah daerah agar dukungan secara penuh diterima Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat  menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Proses pembinaan tidak akan berhenti pada pertemuan penyuluhan namun akan  tetap berlanjut melalui pembuatan grup WhatsApp bagi seluruh peserta. Peserta yang tergabung di grup dapat berdiskusi, bertanya, berpendapat mengenai penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam dokumen maupun di ruang publik (penulisan papan nama, penunjuk arah, dll). Tujuannya, agar proses pembinaan dapat berjalan maksimal dan mendapatkan hasil terbaik. [Chairani Nasution]

Tindak Lanjut Pembinaan Lembaga di Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, M.Pd. melaksanakan lawatan ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang pada 6 Maret 2022 di Lubukpakan. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen. Lawatan diterima oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar S.T, M.T. dan Kepala Subbagian Umum Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang, Rafeah, S.P.

Dalam kesempatan itu Hidayat yang didampingi oleh Kasubbagian Umum BBPSU, Salbiah Nurul Aini, M.M., Juliana, M.Si. dan Suhzan Tanjung, S.Pd. menyampaikan dua butir informasi penting. Informasi pertama berkaitan dengan tindak lanjut pengutamaan bahasa negara di lembaga tersebut dan informasi kedua berupa laporan akses Jalan Kolam menuju kantor Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang perlu perhatian serius.

Dalam kesempatan yang penuh keakraban Janso mengucapkan terima kasih atas dukungan BBPSU terhadap lembaganya. Bahkan, sebagai penguatan akan segera dilaksanakan pelatihan internal dalam rangka penguatan penggunaan bahasa Indonesia dalam tata naskah dinas. Selanjutnya, Janso juga merespons baik atas laporan akses jalan yang perlu perbaikan dan akan segera ditindaklanjuti. Secara internal informasi tersebut juga akan segera dikomunikasikan ke UPTD di bawahnya. Harapannya tindak lanjut ini dapat dilaksanakan segera pada tahun ini.

Saling bersinergi dan gotong royong merupakan bagian kerja yang tidak dapat ditinggalkan baik dalam pengutamaan bahasa negara maupun perbaikan fisik sarana layanan kepada masyarakat.

Pelantikan dan Diskusi Pengurus Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara 2023/2024

Salah satu usaha Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) dalam memajukan bahasa dan sastra Indonesia serta daerah di Provinsi Sumatera Utara ialah dengan melibatkan peran generasi muda melalui Duta Bahasa Sumatera Utara dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas kenegaraan terkait kebahasaan dan kesastraan.

Sebagai tindak lanjut usaha ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) melakukan kegiatan Pelantikan dan Diskusi Pengurus Ikatan Duta Bahasa Sumateta Utara (Ikadubas Sumut) Periode 2023/2024 di Aula Sanusi Pane BBPSU pada Minggu, 5 Maret 2023.

Kepala BBPSU, Hidayat Widiyanto, M.Pd telah resmi melantik Pengurus Ikatan Duta Bahasa Sumatera Utara 2023/2024, yakni Shevilla Mayori (ketua umum), Muhammad Farhan (wakil ketua), Syahir Sasri Habibi sebagai sekretaris umum, Haisyah Hani (bendahara umum), serta seluruh pengurus lainnya.

Pada kesempatan ini, Kepala BBPSU juga memberikan apresiasi kepada Pengurus Ikadubas Sumut periode 2020/2022 atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan roda organisasi dan membantu kinerja BBPSU dengn baik. Hidayat Widiyanto juga berharap pengurus Ikadubas Sumut periode 2023/2024 mampu memaksimalkan kinerjanya.

Kegiatan pelantikan terlaksana dengan lancar dan dilanjutkan dengan diskusi program Krida Duta Bahasa tahun 2023.

Eratkan Kerja Bersama untuk Literasi Sumatera Utara

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto, berkesempatan menggelar paparan “Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia” pada Rapat Koordinasi Perpustakaan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023 pada 2 Februari 2023 di Hotel Polonia Medan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Kaiman Turnip, M.Si., Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara. Dalam pembukaan tersebut Kaiman meminta para peserta untuk dapat melakukan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan dan mengajak untuk membudayakan menulis. Dalam laporannya Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara menyampaikan informasi bahwa kegiatan yang diikuti oleh kepala dinas perpustakaan dan arsip dari seluruh Sumatera Utara ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan guna peningkatan literasi di Sumatera Utara.

Hidayat menyampaikan topik buku bacaan bermutu ini merupakan program Kemendikbudristek melalui Program Merdeka Belajar Episode ke-23. Program ini berisi penjenjangan dan pemilihan buku, pencetakan dan pendistribusian buku, serta pelatihan pemanfaatan buku bacaan literasi. Dalam konteks ini diharapkan semua pemangku kepentingan dapat memanfaatkan keberadaan buku yang telah dikirimkan Kemendikbudristek ke sekolah-sekolah di Sumatera Utara.

Scroll to Top